Bunga
Malam
Hidup
pada zaman sekarang semakin membingungkan dan menyesatkan. Yang kaya makin
kaya, dan yang miskin semakin miskin. Para kaum borjois makin bangga dan nyaman
akan kedudukannya. Di luar sana orang-orang hedonis makin giat untuk saling
berebut kesenangan duniawainya. Hanya ke egoisan yang muncul di benak mereka.
Pertumbuhan ekonomi yang memuncak semakin menghimpit hidup Lastri. Lastri
adalah seorang gadis berumur 18 tahun. Ia mempunyai seorang adik laki-laki
bernama Andi yang baru duduk di bangku
kelas 5 SD. Ibunya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai
penjual nasi di pinggir jalan. Bapaknya dahulu bekerja di sebuah pabrik kayu.
Kahidupan
lastri semakin suram saat bapaknya di pecat dari pekerjaannya. Bapak kecewa,
dan mulai saat itu beliau melepaskan tanggung jawabnya sebagai orang tua.
Beliau tak mau lagi menafkahi keluarganya, yang ada hanya merampas uang hasil pekerjaan
ibu yang setiap malam digunakan untuk mabuk-mabukan dan main judi. Sebenarnya
lastri sudah tidak tahan lagi melihat kelakuan bapaknya. Rasanya lastri ingin
pergi jauh meninggalkan keluarganya tapi, lastri tidak tega kalau harus melihat
ibunya berjuang sendirian.
Makin
hari lastri semakin terhimpit oleh keadaan. Sang bapak selalu mengancam akan menceraikan ibunya dan
akan mengeluarkan Andi dari sekolah. akhirnya, dengan terpaksa Lastri harus
menuruti keinginan bapaknya. Setiap malam Lastri harus membantu Bapaknya untuk
menjadi pengedar narkoba. Semenjak saat itu setiap pagi dan malam hari Lastri harus melakoni dua
peran yang berbeda.
Tanpa
kesengajaan, suatu hari Lastri bertemu dengan pemuda yang bernama Hari yang bekerja
sebagai seorang polisi. Sebuah rasa, tanggung jawab, profesi, akan menyatu
dalam kisah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar