Imajinasi
adalah khayalan tingkat tinggi yang bersembunyi dalam otak manusia. Imajinasi
bagaikan unsur terkecil dalam sel otak bahkan, mungkin lebih abstrak sehingga
tidak mudah terlihat oleh panca indra dan tidak mudah ditangkap oleh akal dan
pikiran manusia. Imajinasi itu seperti mimpi, mimpi yang tak pernah putus dan
nantinya akan menjadi sebuah impian terhebat yang pernah dimiliki seorang
manusia.
Berimajinasi
adalah sebuah proses berpikir dengan menggunakan perasaaan dan khayalan.
Sebagai acuannya adalah alam bawah sadar manusia, dalam berimajinasi sesorang
akan lebih sedikit menggunakan emosinya dalam menyingkapi suatu masalah. Dengan
berkhayal bisa membuat orang merasa tenang dan terbang bebas dalam angannya
sendiri, mereka bebas melakukan dan memikirkan apa saja, tanpa adanya suatu
hambatan. Sehingga, mereka mampu mengeluarkan ide-ide cemerlang yang kadang
sulit untuk diungkapkan. Orang yang sudah menemukan imajinasi itu seperti
menghirup udara segar setelah hujan, mereka akan terbawa oleh suasana yang
bebas melayang.
Sebagian
orang mungkin menganggap berimajinasi itu seperti orang yang tidak jelas,
karena orang yang kuat imajinasinya sering terbawa dengan suatu ekspresi yang secara
spontan terjadi pada dirinya sendiri. Awalnya mereka seperti diam dan melamun
dengan memikirkan sesuatu tapi kemudian mereka secara spontan kadang berteriak
atau melonpat dan lain sebagainya. Tapi asal kita ketahui bahwa, berpikir
dengan imajinasi jauh lebih kuat dari pada pemikiran yang eksak atau pasti. Kadang
orang yang suka berimajinasi mempunyai pemikiran yang luas bahkan lebih
mendalam, sulit ditebak, dan tidak semua orang dapat melakukannya.
Orang
yang imajinatif selalu memikirkan suatu hal yang unik, baik itu penting atau
tidak tapi dalam angannya itu akan menjadi suatu hal yang menarik untuk
dibayangkan. Kebanyakan orang yang imajinatif pasti memiliki jiwa berpikir yang
kreatif. Mungkin mereka dengan mudah mengubah suatu hal tidak penting menjadi
hal yang menarik, dari yang tidak berharga menjadi bernilai, dari barang yang
murahan sampai bermutu tinggi. Semua itu tidak lepas dari imajinasi, jika
sesorang mampu berimajinasi dengan baik, maka mereka akan menemukan ide-ide
cemerlang yang siap diperas, dengan itu mereka akan mampu menciptakan sesuatu
yang lebih kreatif dan hebat. Tapi pada kenyataannya orang-orang kita masih
menonjolkan emosinya misalnya, saat menonton pertandingan sepak bola saja,
kadang masih banyak suporternya yang tawuran, nonton konser music juga masih sering terjadi tawuran antara penonton
yang satu dengan yang lain, bahkan petinggi Negara yang seharusnya menjadi
contoh yang baik bagi masyarakat masih saja mempunyai kurang dewasa antar
sesamanya,contohnya dalam sebuah forum rapat mungkin mereka masih menggunakan
emosinya ketimbang imajinasinya sehingga sikap saling menghargainya masih
kurang, bahkan saat emosinya sudah melunjak sampai ada yang naik bangku, ada
yang saling meludah, dan saling mengolok-olok, sungguh memalukan bagi saya.
Jika
orang idonesia mampu berpikir demikian maka, Indonesia akan menjadi Negara maju
bahkan menjadi gebrakan baru untuk Negara-negara diseluruh dunia.
by: eka nur islahiyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar